I Luh Aqnez Sylvia
Program Studi Managemen Sains
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata
Indonesia (STIEPARI) Semarang
Email: mamantaka75@gmail.com
|
Abstrak Hasil
belajar peserta didik merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidik
dalam melakukan proses belajar mengajar. Tujuan penelitian adalah untuk
mendeskripsikan peran orang tua dalam menanamkan disiplin sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan, mengisi check list dan
observasi lapangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa orang tua sangat berperan dalam menanamkan
disiplin. Disiplin diterapkan dengan penuh komitmen, terus menerus sehingga
dapat menjadi budaya keluarga. Hambatan penerapan disiplin ditemui oleh orang
tua yakni adanya perbedaan cara pandang anak dengan orang tua, namun hal
tersebut dapat diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Oleh karenanya untuk
meningkatkan disiplin, orang tua perlu bersikap tegas pada anak untuk
melaksanakan komitmen berdisiplin khususnya disiplin beragama, belajar,
bermain, dan membantu pekerjaan rumah. Adanya komitmen untuk menjalankan
aktivitas dengan disiplin, maka hasil belajar dapat diraih. Kata kunci: disiplin, komitmen, hasil belajar
|
Abstract Student learning outcomes are one indicator of the
success of educators in carrying out the teaching and learning process. The
purpose of the study was to describe the role of parents in instilling
discipline so as to improve student learning outcomes. This research used descriptive qualitative approach.
Data collection was conducted by in-depth interviews with informants, filling
out check lists and field observations. The
results of the study showed that parents played a role in instilling
discipline. Discipline was implemented with full commitment, so that it could
be a family culture. The obstacles of discipline implementation were the difference point of views between children and parents, but this can be solved by communication and deliberation. Therefore to improve discipline, parents needed to be assertive in children to carry out disciplined commitments, especially religious discipline, study, play, and help with homework. Having a commitment to carry out activities with discipline, learning outcomes can be achieved. Keyword : discipline, commitment, learning outcomes |
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa lepas dari kehidupan manusia. Sebagaimana telah dijabarkan di
dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
kebudayaan yang terus melesat, menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan
dalam membimbing ataupun mengarahkan peserta didik yang bukan hanya
berintelektual tinggi namun juga memiliki
perilakuyang bermoral dan berkarakter. Dalam menghadapi kemajuan jaman di era
globalisasi, peserta didik harus berani bersaing untuk meraih prestasi belajar
yang maksimal. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu saja dibutuhkan adanya
karakter dan moral yang baik dalam mengikuti proses pembelajaran baik di kelas
ataupun di luar sekolah.
Kurikulum 2013 menekankan pengembangan pendidikan
karakter bagi peserta didik untuk meningkatkan mutu proses pendidikan serta
menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan berkarakter. Namun demikian
pengembangan pendidikan karakter bukanlah mutlak tugas sekolah sebagai lembaga
pendidikan, sebab justru keluarga (orang tua) memiliki peranan yang sangat
besar dalam pembentukan karakter peserta didik. Intensitas kebersamaan yang
dipenuhi dengan perhatian, kasih sayang serta komunikasi yang baik dalam sebuah
keluarga akan membentuk karakter seorang anak.
Disinilah peran dan tanggung jawab orang tua sangat dibutuhkan dalam
memberikan pendidikan kedisiplinan demi terbentuknya karakter
dan budi pekerti yang baik.
Lingkungan keluarga merupakan media
pertama dan utama yang secara langsung
atau tak langsung berpengaruh terhadap perilaku dalam perkembangan anak didik.
Tujuan pendidikan secara universal dapat
dikatakan agar anak manusia tersebut menjadi mandiri, dalam arti bukan saja
dapat mencari nafkahnya sendiri, namun juga mengarahkan dirinya berdasarkan
keputusannya sendiri untuk mengembangkan
semua kemampuan fisik, mental, sosial, dan emosional yang dimilikinya, sehingga dapat mengembangkan
sesuatu kehidupan yang sehat dan produktif, dengan memiliki kepedulian terhadap
orang lain.Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama,
karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan.
Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak
adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh
anak adalah dalam keluarga. Dalam mendidik, sekolah hanyalah melanjutkan pendidikan yang
telah dilakukan orangtua dirumah, berhasil atau tidaknya pendidiakan di sekolah
tergantung pada pengaruh pendidikan di rumah. Karena pendidikan keluarga adalah
fundamen atas dasar dari pendidikan anak. Selanjutnya, hasil pendidikan yang
diperoleh anak dalam keluarga menentukan kelanjutan pendidikan baik di sekolah
maupun masyarakat.
Tugas utama
dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan
akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagaian besar
diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota yang lain.
Sehubungan dengan ini, disiplin diri sangat diperlukan bagi anak agar ia
memiliki budi pekerti yang baik. Bantuan yang diberikan oleh orang tua adalah
lingkungan kemanusiawian yang disebut pendidikan disiplin diri. Karena tanpa
pendidikan orang akan menghilangkan kesempatan manusia untuk hidup dengan
sesamanya.
Salah satu
peran orang tua yang sangat berpengaruh pada keberhasilan peserta didik adalah
disiplin. Disiplin adalah suatu tata tertib yang memberikan tatanan
kehidupan pribadi dan kelompok. Disiplin timbul dari dalam jiwa, karena adanya
dorongan untuk menaati tata tertib tersebut. Disiplin sangat diperlukan dalam belajar karena disiplin melahirkan
semangat menghargai waktu, bukan menyianyiakan waktu berlalu dalam kehampaan
(Djamarah, 2013:67). Tingkat
kedisiplinan belajar setiap peserta didik akan berbeda-beda. Peserta didik yang
terbiasa dalam disiplin belajar akan mempergunakan waktu sebaik-baiknya di rumah
maupun di sekolah sehingga akan menunjukkan kesiapan peserta didik dalam proses
pembelajaran di sekolah, sedangkan peserta didik yang tidak disiplin belajar
mereka kurang menunjukkan kesiapannya dalam belajar. Mereka akan menunjukkan
perilaku yang menyimpang dalam proses pembelajaran seperti tidak mengerjakan
PR, membolos, tidak memperhatikan penjelasan guru, melanggar tata tertib
sekolah.
Perilaku
disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri,
latihan, kebiasaan, dan juga adanya hukuman. Bagi siswa disiplin belajar juga
tidak akan tercipta apabila siswa tidak mempunyai kesadaran diri. Siswa akan
disiplin dalam belajar apabila siswa sadar akan pentingnya belajar dalam
kehidupannya. Siswa yang sudah terbiasa disiplin, sikap dan perbuatan disiplin
yang dilakukan bukan lagi dirasakan sebagai suatu beban, melainkan suatu
tindakan yang sudah biasa dilakukan setiap hari. Siswa yang sadar akan
pentingnya belajar akan menunjukkan perilaku yang memiliki kecenderungan
disiplin yang tinggi dalam dirinya, disamping itu juga akan timbul suatu
motivasi dalam diri siswa. Mereka menyadari bahwa dengan disiplin belajar akan
mempermudah kelancaran di dalam proses pendidikan.
Disiplin sangat penting artinya bagi perkembangan
karakter anak untuk memiliki kebiasaan yang baik. Kegiatan membangun karakter
bukanlah sebuah hal yang instan dan
mudah, sebab diperlukan adanya proses dan upaya berlatih. Kebiasaan baik yang
terus dilakukan akan membentuk karakter seseorang. Kedisiplinan seseorang
sangat mempengaruhi hasil yang dicapai dalam
kehidupannya. Demikian juga peserta didik yang memiliki kedisiplinan tinggi
mampu menghasilkan prestasi belajar yang maksimal dan bersaing di era
globalisasi ini.
KAJIAN TEORI
Pengertian
Orang Tua
Orang
tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan, namun pada umumnya
di masyarakat pengertian orang tua
adalah orang yang telah melahirkan kita yaitu ibu dan bapak. Selain itu orang tua juga pemahaman dari
orang yang telah mengasuh dan membimbing
anaknya dengan cara memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan
sehari-hari. Orang tua juga memperkenalkan anaknya ke dalam hal-hal yang
terdapat di dunia ini dan menjawab secara
jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak, maka pengetahuan pertama
diterima oleh anak adalah dari orang
tuanya karena orang tua adalah pusat kehidupan
rohani sang anak dan sebagai pengenal terhadap
dunia luar. Setiap reaksi emosi anak dan pemikirannya di kemudian hari
terpengaruhi oleh pola asuh orang tua.
Menurut Daradjat (2012:35) orang
tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari
merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama
dari pendidikan terdapat dalam keluarga. Pada
umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran
dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara
kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi
pendidikan.Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan
pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Kewajiban
Dan Peran Orang Tua Dalam Pendidikan
Menurut (Maunah, 2009:92) orang tua
merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama
dialami oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati, orang tua
bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar
tumbuh dan berkembang dengan baik.
Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi perkembangan
pribadi anak adalah kehidupan keluarga atau orang tua beserta berbagai aspek,
perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikologi dipengaruhi oleh
status sosial ekonomi, filsafat hidup keluarga, pola hidup keluarga seperti
kedisiplinan, kepedulian terhadap keselamatan dan ketertiban menjalankan ajaran
agama, bahwa perkembangan kehidupan seorang anak ditentukan pula oleh faktor
keturunan dan lingkungan (Hasbullah, 2013:88).
Berkaitan
dengan masalah pendidikan, maka orang tua atau keluarga merupakan tempat untuk
meletakkan pondasi dasar pendidikan bagi anak-anaknya, maksudnya pendidikan
dilingkungan keluarga merupakan peletakan dasar bagi perkembangan anak untuk
selanjutnya, dengan demikian lingkungan yang diciptakan oleh orang tuanyalah
yang menentukan masa depannya, oleh karena itu orang tua berkewajiban untuk
menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan berkewajiban memberikan
didikan dan bimbingan kepada anak-anak, sebab merekalah yang mempunyai tanggung
jawab terhadap pendidikan anak-anak (Dalyono, 2010:59).
Peran
dan Fungsi Orang Tua Dalam Keluarga
Orang tua
mempunyai peran keluarga. Menurut
Yusuf (2012:37-42) peran orang tua dalam keluarga adalah sebagai berikut.
a. Fungsi
Biologis
Dipandang sebagai
pranata sosial yang memberikan kebutuhan dasar biologisnya. Kebutuhan itu
meliputi : (1) pangan,sandang dan papan, (2) hubungan seksual suami-istri, (3)
reproduksi/penggembangan keturunan.
b. Fungsi
Ekonomis
Keluarga (dalam hal ini
ayah) mempunyai kewajiban untuk menafkahkan anggota keluarganya (istri dan
anak). Seseorang (suami) tidak dibebani (dalam memberikan nafkah), melainkan
menurut kadar kesanggupannya.
c. Fungsi
Pendidikan (Edukatif)
Membawa anak-anak pada
kedewasaan, kemandirian, menyangkut penanaman, pembimbingan, atau pembiasaan
nilai-nilai agama, budaya, dan keterampilan tertentu yang bermanfaat bagi anak.
d. Fungsi
Sosiologis
Mempersiapkan anak-anak
menjadi manusia sosial yang dapat
mensosialisasikan nilai-nilai atau peran-peran hidup dalam masyarakat,seperti
nilai disiplin, bekerja sama, toleran, menghargai pendapat, tanggung jawab,
dll.
e. Fungsi
Perlindungan (Protektif)
Melindungi anak-anak
dari macam-macam marabahaya dan pengaruh buruk dari luar maupun dalam, dan
melindungi anak-anak dari ancaman atau kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan
(fisik psikologis) bagi anggotanya.
f. Fungsi
Rekreatif
Menciptakan iklim rumah
tangga yang hangat, ramah, bebas, santai, damai, menyenangkan keceriaan,agar
semua anggota keluarga betah tinggal di rumah.
g. Fungsi
Agama (Religius)
Keluarga berfungsi
sebagai penanaman nilai-nilai agama kepada anak agar mereka memiliki pedoman
hidup yang benar.
Dengan demikian
jelaslah bahwa kedudukan orang tua dalam keluarga jika dilihat dari fungsi
orang tua itu sendiri mencakup berbagai aspek sangat berpengaruh bagi
kelangsungan hidup anak. Sehingga
semua aspek yang telah disebutkan di atas tidaklah dapat dipisah-pisahkan,
karena semuanya saling melengkapi.
Disiplin Belajar
Disiplin adalah
merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan organisasi
maupun tujuan individu. Dengan kata lain disiplin merupakan
salah satu aspek dari kehidupan manusia, selama manusia tersebut mempunyai tujuan yang hendak
dicapai.Secara tradisional disiplin dimaksudkan sebagai penertiban tingkah laku
anak oleh kekuatan yang berasal dari luar
diri anak, sehingga seolah-olah kurang memberi
kesempatan kepada anak untuk mengembangkan daya dan kemampuan yang ada padanya.
Dengan demikian
disiplin yang ketat, kemungkinan besar akan menimbulkan
pertentangan antara usaha penyesuaian diri dengan lingkungan dankeinginan untuk
mendapatkan kebebasan dalam bertindak. Apabila dikaji lebih mendalam, disiplin bukan hanya dibentuk
oleh kekuatan dari luar tetapi juga dorongan
dari dalam diri untuk mengendalikan diri menyesuaikan dengan ketentuan yang ada. Untuk
memperjelas pengertian disiplin ini dikemukakan beberapa pendapat dari para ahli, Arikunto (2013:114) menyebutkan bahwa “Disiplin adalah kepatuhan
seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib
karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinya”.
Disiplin belajar merupakan suatu
kondisi yang sangat penting dan menentukan keberhasilan seorang Siswa dalam
proses belajarnya. Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan, tanpa
disiplin tidak akan ada kesepakatan antara Guru dan Siswa yang mengakibatkan
prestasi yang dicapai kurang optimal terutama dalam belajar.
Menurut
Singgih (2010:28) kedisiplinan adalah suatu kondisi tercipta dan terbentuk
melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan,
kepatuhan, keteraturan, dan ketertiban.
Hal ini tercermin dari 4 disiplin yang perlu diterapkan di lingkungan
keluarga sebagai berikut.
a. Disiplin
belajar Anak pada usai sekolah, tidak hanya belajar di sekolah. Ketika anak
berada di lingkungan keluarga, anak juga mempunyai kewajiban untuk
belajar.
b. Disiplin
bermain. Bermain sangat penting artinya
bagi anak usai sekolah. Namun demikian bermain itu hanya sekedar menghilangkan
kejenuhan oleh aktivitas sehari-hari. Orangtua perlu mengatur azas bermain
seperti kapan waktu bermain, dengan siapa kapan bermain dan bagaimana bentuk
permainannya.
c. Disiplin
ibadah. Ibadah wajib yang harus lakukan
anak adalah shalat 5 waktu sehari semalam. Aturan beribadah ini adalah
mengerjakan shalat di awal waktu. Jangan melalaikan shalat dan hal lain yang
mengakibatkan shalat terlupakan. Ini harus dipantau oleh orang tua terutama
ketika anak berada di rumah.
d. Disiplin
terhadap azas selama di rumah. Waktu anak lebih banyak berada di rumah
ketimbang di sekolah. Selama berada di rumah, anak melakukan banyak aktivitas,
mulai dari bangun pagi. Kemudian aktivitas sebelum berangkat sekolah, sepulang
sekolah dan aktivitas malam hari sebelum tidur.
Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil yang telah dicapai melalui
proses perubahan perilaku yang dapat dinyatakan dalam bentuk penguasaan penggunaan dalam penilaian
tentang pengetahuan, sikap dan nilai serta
keterampilan. Juga dapat diartikan sebagai penguasaan pengetahuan dan
ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, latihannya yang ditunjukkan dengan
nilai tes. Dengan penilaian itu dapat diperoleh gambaran nyata tentang
keberhasilan belajar dalam bentuk
penentuan-penentuan indeks prestasi (Hamalik, 2013:153).
Nasution, (2010:61) menyatakan hasil belajar siswa dirumuskan sebagai tujuan
instruksional umum (TIU) yang dinyatakan dalam bentuk yang lebih spesifik dan merupakan
komponen dari tujuan umum mata kuliah atau bidang studi.
Hasil belajar
merupakan perubahan perilaku yang di peroleh pembelajar setelah mengalami
aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan tingkah laku tersebut
tergantung pada apa yang di pelajari oleh pembelajar. Oleh karena itu apabila
pembelajar mempelajari tentang pengetahuan konsep, maka perubahan perilaku yang
di dapat berupa penguasaan konsep.Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang
harus di capai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar di
rumuskan dalam tujuan pembelajaran (Anni, 2009:5).
Penilaian hasil
belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang di
capai siswa dengan kriteria tertentu.hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang di
nilai adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada hakekatnya adalah
perubahan tingkah laku (Sudjana, 2009:3).
Perubahan Sosial Dan Indikatornya
Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa pengaruhnya terbatas
maupun luas, perubahan yang lambat dan ada perubahan yang berjalan dengan cepat.
Perubahan dapat mengenai nilai dan norma sosial, pola-pola perilaku organisasi,
susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan
wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Perubahan- perubahan yang terjadi
pada masyarakat merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan
cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern (Soekanto,
2009:259).
Menurut Sztompka (2008:3)
perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam lingkup sosial karena adanya
perbedaan antara keadaan sistem tertentu dalam jangka waktu yang berlainan.
DESAIN
PENELITIAN
Desain penelitian adalah kerangka kerja atau rencana
untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan
dan menganalisis data.
Di sini,
peneliti mengeksplor fenomena proses
tentang hal-hal
sebagai berikut.
1)
Peranan
orang tua dalam menanamkan nilai kedisiplinan bagi anaknya untuk menjadi
peserta didik yang mampu meraih prestasi belajar yang maksimal di SMA N 1 Ungaran
2)
Hambatan-hambatan apasaja yang ditemui
oleh orangtua dalam menanamkan
nilai kedisiplinan bagi anaknya untuk menjadi peserta didik yang mampu meraih
prestasi belajar yang maksimal di SMA N 1 Ungaran.
3)
Upaya
apa yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan kedisiplinansehingga
anaknya dapat menjadi peserta didik yang
mampu meraih prestasibelajar yang
maksimal di SMA N 1 Ungaran
4)
Faktor-faktor apa sajakah yang dibutuhkan
untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal bagi peserta didik di
SMA N 1 Ungaran.
Penelitian
ini juga
bersifat induktif dan hasilnya lebih menekankan makna.
TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Data
haruslah lengkap. Dengan kata lain peneliti berusaha melakukan pengamatan
tentang proses belajar mengajar sejarah yang dilakukan oleh guru dan siswa yang
berkompeten untuk menjawab semua pernyataan yang diajukan peneliti, untuk mengumpulkan
data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis
menggunakan beberapa metode yaitu :
1. Observasi
langsung.
Observasi
yang dilakukan peneliti adalah observasi langsung di SMA N 1 Ungaran dengan menekankan fokus dari
observasi terlebih dahulu yaitu keadaan fisik di SMA N 1 Ungaran. Berkaitan
dengan observasi ini, peneliti telah menetapkan aspek-aspek tingkah laku yang
hendak diobservasi yang kemudian peneliti rinci dalam bentuk pedoman agar lebih
memudahkan peneliti dalam pengisian observasi.
2. Wawancara
Wawancara
adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua
pihak, yaitu pewawancara (interviewer)
yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2012:186)
Wawancara
dilakukan kepada informan untuk memberikan
keterangan-keterangan tentang persoalan dan dapat membantu memecahkan
permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini tidak menutup kemungkinan bahwa
dalam wawancara ini timbul masalah-masalah seperti ingatan responden yang tidak
sempurna, analisis responden yang tidak cermat dan sebagainya.
3. Dokumentasi.
Dokumen
ialah setiap bahan tertulis atau film lain dari record yang tidak dipersiapkan
karena permintaan seorang penyidik. (Moleong
2012:216), metode dokumentasi
yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger,
agenda, dan sebagainya yang didapat dari
observasi langsung ke objek penelitian yaitu SMA Negeri 1 Ungaran. Dokumentasi digunakan sebagai
bukti kegiatan mengumpulkan data.
VALIDASI
DATA
Keobjektifisan data tidak dapat
dilepaskan dari penelitian kualitatif karena terkait dengan derajat kepercayaan dari
hasil penelitian yang dilakukan. Hasil
penelitian dikatakan valid dan reliabel apabila dilaksanakan pemeriksaan
terhadap keabsahan data secara cermat dan menggunakan teknik yang tepat. Peneliti menggunakan teknik triangulasi guna
memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini. Triangulasi adalah teknik
pemeriksaan keobjetifisan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar
data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
(,2012:330) membedakan
empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan
sumber, metode, penyelidikan dan teori dari keempat Triangulasi ini yang
peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik triangulasi sumber.
Alasan
peneliti memilih menggunakan triangulasi metode yaitu menggali data yang sama dengan
menggunakan metode pengumpulan data yang berbeda, Hal ini dilakukan dengan menggali data berdasarkan rumusan masalah
dalam penelitian ini. Melalui cara ini
didapatkan sumber data yang baik, kemudian data tersebut dikembangkan dan
menyimpan data base agar sewaktu-waktu dapat ditelusuri kembali bila
dikehendaki adanya verifikasi untuk kesempurnaan.
TEKNIK
ANALISIS
Analisis
data kualitatif menurut (Moleong,2012:333) yang dikutip dari pendapat Bogdan dan Biklen adalah
upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi
satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola,
menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang
dapat diceritakan kepada orang lain.
Teknik analisis yang
digunakan oleh peneliti adalah Analisis Interaksi/Interactive analysis model dimana komponen reduksi data dan sajian
data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, setelah data terkumpul maka tiga komponen
analisis (reduksi data, sajian data, penarikan simpulan atau verifikasi)
berinteraksi Menurut Miles dan Huberman (2014: 159), dalam
kaitannya dengan penelitian ini, peneliti menggunakan analisis kedua yakni
model analisis interaksi atau interactif
analysis models dengan langkah-langkah yang tempuh adalah sebagai berikut :
3.6.1
Pengumpulan data Penelitian yaitu mencari data
melalui wawancara, observasi langsung dan dokumentasi di SMA Negeri 1 Ungaran, kemudian melaksanakan pencatatan data
3.6.2
Reduksi data Setelah data tersebut terkumpul dan
tercatat semua, selanjutnya direduksi yaitu menggolongkan, mengartikan,
membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan sehingga nantinya mudah
dilakukan penarikan kesimpulan, jika yang diperoleh kurang lengkap maka
peneliti mencari kembali data yang diperlukan dilapangan
P enyajian
data data yang telah direduksi tersebut merupakan sekumpulan informasi yang
kemudian disusun atau diajukan sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan
kesimpulan dan pengambilan tindakan
Penarikan
kesimpulan atau verifikasi setelah data disajikan, maka dilakukan penarikan
kesimpulan atau verifikasi, dalam penarikan kesimpulan atau verifkasi ini,
didasarkan pada reduksi data yang merupakan jawaban atas masalah yang diangkat
dalam penelitian ini.
Peran
Orang Tua Dalam Menanamkan Kedisiplinan Bagi Anak untuk
menjadi peserta didik yang mampu meraih prestasi belajar yang maksimal di SMA N
1
Ungaran
Penulis
telah melakukan penelitian kepada responden melalui pemilihan sampel bertujuan
untuk meneliti peran orang tua terhadap hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa orang tua
dapat melakukan peran dan ada pula orang tua yang tidak dapat menjalankan
perannya terhadap anak. Sebagaimana dikatakan oleh Daradjat (2012:35) orang tua
merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari
merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian bentuk pertama
dari pendidikan terdapat dalam keluarga.
Dengan
demikian, maka orang tua pada key informan 1 dan key informan 2 telah
menjalankan peran sebagai pendidik utama karena orang tua menjalankan kewajiban
mendidik, membimbing dan mengarahkan anak. Orang tua juga menerapkan disiplin
dan komitmen sejak anak-anak kecil sehingga komitmen dan disiplin sudah merupakan
pembiasaan.
Pada
umumnya pendidikan dalam rumah tangga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran
dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara
kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi
pendidikan. Situasi pendidikan itu terwujud berkat adanya pergaulan dan
hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Disisi
lain, key informan 3 dan key informan 4 tidak dapat menjalankan perannya
sebagai orang tua sebagai pendidik pertama anak karena anak cenderung diberikan
kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan pilihan hidup. Orang tua hanya
memberikan uang dan barang, namun orang tua tidak pernah mendidik anak. Jika
hal tersebut dibiarkan, maka orang tua gagal menjalankan perannya karena orang
tua mempunyai kewajiban untuk mendidik anak.
Hambatan Yang Ditemui Oleh Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai Kedisiplinan Bagi Anaknya
Untuk Menjadi Peserta Didik Yang Mampu Meraih Prestasi Belajar Yang Maksimal Di
SMA N 1 Ungaran
Penanaman
disiplin tentu tidak mudah, orang tua pasti menemukan banyak kendala atau
hambatan dalam menanamkan kedisiplinan. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan
oleh Key Informan 1 dan Key Informan 2 yang telah berupaya menanamkan
kedisiplinan sejak kecil, bahwa penanaman disiplin pada anak menemui hambatan
sebagai berikut.
a.
Anak
sering memprotes perilaku disiplin orang tua yang sangat tidak disukai anak.
Pada awal penanaman disiplin, anak sering
memprotes orang tua yang sedang berupaya untuk menanamkan disiplin pada anak.
Orang tua memberikan berbagai aturan disiplin dalam keluarga yakni disiplin
beribadah yang tidak boleh ditawar oleh orang tua karena beribadah adalah
kewajiban manusia untuk mendekatkan diri pada Tuhan YME. Disiplin yang lain
adalah disiplin belajar yang sudah diwajibkan orang tua untuk dilakukan oleh
anak dan disiplin bermain serta disiplin dalam menjalankan tugas rumah tangga
lain untuk membantu ibu di rumah. Penanaman disiplin tersebut membutuhkan
komitmen, sehingga kadang terjadi pertentangan batin antara ingin memanjakan
anak atau ingin bersikap tegas pada anak untuk menjalankan disiplin, namun hal
tersebut dapat dilalui oleh Key Informan 1 dan 2 dengan baik.
b.
Anak
sering membandingkan budaya disiplin keluarga dengan keluarga lain yang lebih
memanjakan anak.
Pada awal penanaman disiplin, anak sering
berontak dengan cara membandingkan antara budaya disiplin di rumah dengan
budaya keluarga lain, khususnya ketika anak telah mengetahui di keluarga lain
yang tidak berdisiplin akan lebih menyenangkan bagi anak karena anak diberikan
kebebasan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Ketika menghadapi masalah
demikian, maka kesabaran orang tua sangat diuji karena orang tua harus
memberikan penjelasan berkali-kali dengan sabar, penuh komitmen dan tetap
menyemangati anak agar berdisiplin.
Upaya Yang Dapat Dilakukan Orang Tua Untuk
Meningkatkan Kedisiplinan Sehingga Anaknya Dapat Menjadi Peserta Didik Yang Mampu Meraih
Prestasi Belajar
Yang Maksimal di SMA N 1 Ungaran
Peningkatan disiplin membutuhkan
usaha dan upaya maksimal orang tua. Orang tua tentu berusaha keras untuk
mewujudkan perilaku disiplin pada anak agar dapat membuahkan hasil yakni berupa
prestasi anak. Adapun usaha yang dilakukan orang tua pada penerapan disiplin
adalah sebagai berikut.
a.
Orang tua menerapkan aturan dalam keluarga,
yang menjadi komitmen seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, maka aturan
dalam keluarga tersebut digunakan sebagai hukum yang berlaku pada keluarga.
b.
Penerapan
aturan tidak akan berjalan jika tidak ada hukuman pada anggota keluarga yang
melanggar aturan tersebut.
Hukuman tersebut dilakukan untuk
menyadarkan kembali perilaku anak yang menyimpang, supaya tidak diulang kembali
oleh anak.
c.
Konsistensi pelaksanaan disiplin juga
dilakukan orang tua sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin. Kosistensi ini
yang dipandang berat oleh Key Informan 1 dan 2 karena kadang orang tua merasa
kasihan pada anak yang harus tetap menjalankan kewajibannya. Tetapi walau
terdapat pertentangan batin, orang tua tetap menjalankan konsistensi
berdisiplin tersebut.
Uraian upaya penanaman disiplin yang
telah dilakukan oleh Key Informan 1 dan 2 sesuai dengan pendapat Hurlock dalam
Nazir (2010:125-128) bahwa penanaman disiplin
membutuhkan peraturan, hukuman, dan konsistensi
untuk menanamkan kedisiplinan pada anak.
Penegakan disiplin yang kurang komitmen untuk menjalankan, maka upaya penanaman
disiplin tidak akan berhasil. Pada pengalaman upaya penanaman disiplin pada Key
Informan 1 dan 2 tidak melakukan penghargaan sebagaimana telah diungkapkan oleh
Hurlock, karena orang tua berpendapat bahwa melakukan disiplin adalah
kewajiban, sehingga tidak diperlukan penghargaan. Dengan demikian, walau anak
melakukan seluruh kegiatan dengan disiplin, anak tidak pernah mengharapkan
penghargaan apapun karena sudah menyadari sebagai bentuk kewajiban.
Faktor-faktor yang
dibutuhkan untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal bagi peserta didik di SMA N 1
Ungaran
Hasil
belajar merupakan hasil dari proses pembelajaran peserta didik di rumah dan di
sekolah. Hasil belajar tidak dapat diperoleh dari sekolah saja, tetapi diawali
dari pendidikan keluarga. Hal ini sebagaimana pemerintah menambahkan pendidikan
karakter pada sekolah yakni untuk menopang kebutuhan prestasi peserta didik
yang tidak hanya pandai tetapi juga mempunyai nilai-nilai moral yang baik.
Hasil
belajar yang optimal dapat dicapai
dengan dipengaruhi beberapa faktor, yakni faktor internal dan eksternal.
Menurut Syah (2013: 129),
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa secara global terbagi kedalam
tiga macam yaitu sebagai berikut.
a.
Faktor
internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan
rohani siswa
Pada factor internal, factor dari dalam diri peserta didik
sangat menentukan keberhasilan peserta didik. Factor internal tidak dapat
tumbuh dengan sendirinya, namun melalui proses yang tidak lama yang diawali
dari pendidikan orang tua. Kondisi jasmani dan rohani peserta didik diawali
dengan pendidikan orang tua.
Hal tersebut sebagaimana dilakukan oleh orang tua pada key
informan 1 dan key informan 2, orang tua mendidik anak sejak usia dini mulai
dari pembiasaan hal yang sederhana. Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh ibu
dari key informan 1 tidak menghalangi dilakukannya kewajiban untuk memberikan
pendidikan pada anak. Pondasi agama sejak anak berusia dini selalu ditanamkan
orang tua kepada anak baik pada key informan 1 maupun key informan 2. Orang tua
berpendapat bahwa agama merupakan pedoman hidup yang dapat mengarahkan anak
pada hal yang baik, perilaku baik dan pikiran baik.
b.
Faktor
eksternal (faktor dari luar), yakni kondisi lingkungan sekitar siswa dan
Faktor eksternal merupakan factor yang dipengaruhi dari luar.
Pada konteks penelitian ini, key informan 1 dan key informan 2 faktor luar
selalu disaring oleh orang tua. Orang tua memberikan proteksi pada anak
mengenai atas segala hal. Orang tua juga ikut berinteraksi dengan teman anak
sehingga orang tua dapat menyaring informasi dan perilaku buruk yang tidak
sesuai dengn perkembangan anak. Orang tua juga mencari cara agar dapat
mengakses informasi dari media sosial yang dimiliki anak dengan meminta
password pada anak sehingga orang tua dapat mengetahui sejauh mana pergaulan anak.
KESIMPULAN
1.
Peran orang tua sangat penting untuk meraih prestasi
belajar peserta didik, karena pendidikan orang tua merupakan pendidikan awal
atau sebagai pondasi dalam tumbuh kembangnya anak. Informan 1 dan informan 2
telah menjalankan peran dengan baik, yakni dengan menanamkan disiplin dan
komitmen dengan konsisten; sedangkan informan 3 dan informan 4 tidak pernah
menanamkan disiplin dan komitmen sehingga peserta didik menjadi pribadi yang
tidak disiplin, cenderung menunda pekerjaan, melanggar aturan bahkan melakukan
perbuatan kriminal.
2.
Hambatan dalam penanaman disiplin adalah pengaruh luar
dan protes anak karena memiliki cara / sudut pandang yang berbeda. Namun hal
ini dapat diselesaikan dengan adanya komunikasi yang terbuka antara orang tua
dan anak sehingga ada pemahamn yang dapat diterima oleh sang anak.
3.
Upaya yang dilakukan orang tua adalah dengan pembiasaan
sejak dini dalam hal penanaman disiplin dan memegang komitmen sehingga menjadi
kebiasaan atau gaya hidup peserta didik untuk menghantar mereka menuju pada
pencapaian hasil belajar yang maksimal.
4.
Faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil
belajar peserta didik di SMA N 1 Ungaran
adalah disiplin, komitmen tinggi, keteladanan, hukuman jika melanggar dan
penghargaan
SARAN
1. Orang tua
yang belum menjalankan perannya dengan benar segera lakukan perubahan, sehingga
anak juga dapat menjalankan perannya sebagai anak yang baik dan sebagai peserta
didik yang mampu mencapai hasil belajar yang maksimal demi masa depan mereka.
2. Dalam
kehidupan keluarga harus terbangun adanya komunikasi yang terbuka antara orang
tua dan anak sehingga mampu memperoleh solusi yang terbaik dalam menyelesaikan
hambatan atajupun perbedaan pendapat dan pola pikir untuk meningkatkan
kedisiplinan.
3. Komitmen
dan kedisiplinan sebaiknya ditanamkan sejak usia dini, sebab pembentukan
karakter yang tepat bukanlah saat anak menjadi remaja atau dewasa melainkan
sejak masih kecil. Komitmen dan kedisiplinan yang sudah menjadi habit /
kebiasaan akan menghantar mereka pada
hari depan yang penuh kesuksesan.
4. Pencapaian
hasil belajar yang maksimal sangat membutuhkan pemantauan dan kerjasama dari
orang tua. Oleh sebab itu sebaiknya orang tua dapat membangun komunikasi yang
baik dengan anak dan lingkungannya. serta memiliki hubungan yang sinergis
dengan pihak sekolah.
Riset Mendatang
Dalam penelitian ini hanya membatasi
masalah pada variable pengaruh internal dan tidak menggunakan variable pengaruh
luar yang juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Pengaruh faktor eksternal
dapat menjadi potensi untuk dampak positif dan negatif terhadap hasil belajar
peserta didik.
Peneliti mengharapkan dapat
dilakukan penelitian lanjutan pada riset mendatang oleh peneliti lain dengan
menyoroti faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
DAFTAR RUJUKAN
Anas Sudijono.(2012). Pengantar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Anni, Catharina Tri. 2009. Psikologi
Belajar. Semarang : UNNES
Afifuddin. 2012. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Arifin, Zainal.2012.Evaluasi
Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta Rineka Cipta.
Bambang Sumantri, Pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi
belajar siswakelas xi smk pgri 4 ngawi tahun pelajaran 2009/2010,Jurnal
Media Prestasi Vol.. VI No. 3 Edisi Desember 2010
Binti Maunah, 2009. Ilmu Pendidikan, (Yogyakarta
: Teras)
Dalyono, 2010. Psikologi Pendidikan (Jakarta : PT.
Rineka Cipta,)
Daradjat, Zakiah. 2012. Ilmu
Pendidikan Islam, Cetakan X. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah & Zain. 2013. Strategi
belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Fadlillah, Muhammad. 2012. Desain Pembelajaran Paud. Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media
Halasan Simanullang. 2014.Peran Lingkungan Keluarga Dalam Meningkatkan
Prestasi BelajarSiswa, Jurnal Penelitian Program Studi Pendidikan Dasar
Pascasarjana Universitas Negeri Malang.
Hamalik, Oemar. 2013. Proses
Belajar Mengajar.(Jakarta : PT.Bumi Aksara)
Hamdani, 2012, Bimbingan dan Penyuluhan, Pustaka Setia,
Bandung.
Hasbullah, 2013. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan ( Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada)
H.M Nazir Karim. 2010. Peluang dan Tantangan. Pekanbaru: Yayasan
Pustaka Riau: Pekanbaru
M. Ngalim Purwanto, 2009, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, PT
Remaja Rosdakarya, Bandung.
Miles,M.B, Huberman,A.M, dan Saldana,J. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA:
Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press
Moleong, Lexy. 2012. Metodologi
Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung :Remaja Rosda Karya.
Munirwan Umar, Peranan Orang Tua
Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Anak, JurnalPenelitian Prodi Bimbingan
Konseling FTK UIN Ar-Raniry 2015.
Nana SyaodihSukmadinata, 2009.
LandasanPsikologi Proses Pendidikan,
PT.RemajaRosdakarya, Bandung.
Nasution.2010. Berbagai
Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Prasetyawati, Arsita Eka. 2011. Ilmu Kesehatan
Masyarakat. Yogyakarta.
Sardiman, 2014,Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar,
(Jakarta: Raja Grafindo Persada)
Shochib, M. 2018. Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan
Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekanto, Soerjono. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali
Pers.
Sudjana, 2009.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.
Bandung : Remaja Rosda Karya.
Sugiyono,2008.Metode Penelitian
Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.
Sugiyono, 2013. MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdan
R & D, Bandung:
Alfabeta.
Sumadi Suryabrata, 2011.Psikologi Pendidikan. Raja Grafindo
Persada: Jakarta
Sztompka, Piotr. 2008. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta : Prenada.
Syah,
Muhibbin. 2013. Psikologi
Penidikan. Cet.ke-18. Hal. 171.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Syamsu.
2012. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Cetakan ke XII.Bandung: Remaja Rosda
Karya.
0 komentar:
Posting Komentar